[Speciclet] L | Lobster

Lobster
Alphabetic Speciclet

© Ghaziana, 2013
Victoria f(x) & Zhoumi SJ-M
Rate : T 
*



Victoria dan Zhoumi memang sepasang orang aneh yang terkenal di seluruh penjuru kampusnya. Terlebih lagi dua orang tersebut tidak mahir berbahasa Korea. Mereka berdua lebih suka berceloteh menggunakan bahasa ibu mereka, Cantonese atau Mandarin. Dan tentu, jika mereka berdua tertawa-tertawa karena hal yang menurut mereka konyol hingga terpingkal-pingkal dengan bahasa China, seluruh teman-teman satu kampusnya akan menganggap lelaki tampan dengan tubuh atletis dan tinggi semampai juga gadis lincah penuh kejutan tersebut gila karena menertawakan sesuatu yang tidak di mengerti oleh orang-orang sekitarnya.



Sudah satu setengah tahun mereka melakukan hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan secara rutin. Mungkin jika kegiatan mereka disiarkan di televisi, maka dibawah layar tersebut akan tercantum dan terpampang jelas : ‘don’t try this at home’. Kegiatan mereka merupakan hal yang tak kunjung selesai. Jika tidak dilakukan di kampus, mereka akan meneruskannya diluar jam kuliah. Jika mereka tak punya waktu untuk bertemu satu sama lain, mereka akan melakukannya lewat pesan singkat atau telepon di malam hari.



Yah, mana ada orang yang menghabiskan waktu senggangnya dengan taruhan?



Peraturannya sangat simpel. Victoria hanya perlu mengajukan taruhan pada Zhoumi, lalu mereka berdua diharuskan untuk melakukannya. Bagi yang kalah akan diberi hukuman sesuai perjanjian yang sudah disepakati. Dan bagi yang menang, ia harus kembali membuat taruhan selanjutnya.



Memangnya tidak apa-apa jika Victoria, gadis manis dengan bakat segudang itu bermain taruhan konyol bersama Zhoumi, lelaki yang selalu bicara gamblang tanpa filter, dan seseorang yang pasti bias mengalahkan Victoria dengan mudah? Menjatuhkan pamor Victoria? Menurunkan derajat gadis zhongguo yang dipuja-puja banyak lelaki karena parasnya yang menawan?



Oh ayolah… Taruhan konyol seperti itu tidak akan membuat kehidupan Victoria berubah. Bahkan rasa sepi  karena harus tinggal berjauhan dari keluarganya, hilang seketika. Zhoumi mengatasi dan mengubah hidupnya dengan sangat baik. Lagipula, tak jarang pula Victoria memenangkan taruhan konyol itu.



Semua karena Zhoumi yang tengah duduk bersila didepan Victoria sambil bersandar ke pohon Oak, dengan senyum seringai yang dipamerkannya itu, selalu mengalah untuk gadis yang dicintainya.



Eh?



Ya, kisah persahabatan jadi cinta itu selalu saja rumit!



“Ya! Zhoumi-ge, kau curang! Aku belum memajukan pionku tadi!” Victoria merengut kesal seraya memajukan bibir bawahnya. Sementara Zhoumi dengan bangganya mengacung-acungkan pion raja hitam yang masih hidup (karena milik Victoria baru saja mati oleh kudanya).



“Aku tidak curang! Kau saja yang bodoh. Bermain catur saja tidak bisa. Ku pastikan laki-laki yang mengejarmu itu langsung menjauhimu karena gadis sepintar Victoria ternyata tidak bisa bermain catur.” Zhoumi menjulurkan lidahnya, menandakan bahwa dia menang dalam taruhan catur konyol yang dibuat Victoria sebelumnya.



Aduh Victo…. Kalau tidak bisa main catur kenapa ngajak taruhan sama Zhoumi yang ahlinya?



Sambil memamerkan pion raja ditangannya, Zhoumi bisa melihat Victoria yang imutnya tidak tertanding itu tengah kesal karena harus menerima konsekuensi terhadap hukuman yang sudah disetujui. Harusnya ia menentang hukuman ini! Harusnya!



Masalahnya, hukuman yang diberi Zhoumi untuk Victoria itu seperti bencana disiang bolong, kiamat kecil untuk Victo. Sementara Zhoumi tertawa-tawa sambil mengeluarkan kotak makannya dari tas selempangnya, Victoria sudah siap-siap kabur dari hukuman itu.



“Kau tidak boleh lari, Song Qian! Kesepakatan, tetap kesepakatan. Kau sekarang wajib mencicipi lobster bakar buatan mamaku.” Zhoumi menggoyang-goyangkan kotak makan birunya yang didalamnya berisi beberapa Lobster bakar dengan wangi mentega dan cabai yang sudah dicampur menjadi saus yang sangat lezat. Semua orang Asia pasti suka seafood, berbeda dengan Victoria yang menjauhkan tubuhnya dari kotak makan setan Zhoumi sambil menatapnya horror.



“Ya! Aku tidak setuju kau memanfaatkan phobia-ku dengan taruhan kita!” Victoria menendang-nendang angin dengan kedua kakinya yang terbalut sneakers ketika Zhoumi menakut-nakuti Victoria dengan Lobster yang dibawanya.



“Tapi aku tidak bisa! Ya! Kau tahu kalau… ya…. Lobster itu hewan yang… ergh, menjijikan!”



“Jadi menyerah nih? Aku boleh langsung bertaruh dong?” Zhoumi mengulum senyumnya melihat wajah gadis didepannya itu berubah menjadi pokerface yang siap memakan tubuh manusia asal bukan seafood. Victoria mengangguk menyerah. Ya, kapan-kapan Victo menyerah untuk Zhoumi, tidak salah kan?



Lagipula Zhoumi tidak tega juga melihat Victoria sebegitu bencinya dengan Lobster. Ckck.



“Oke, karena kau tidak bisa tidak bisa menyelesaikan hukumanku, taruhan yang ini tidak boleh kau tolak. Hows?” Zhoumi memainkan alis tebalnya, menyamarkan bibir jokernya yang sudah tak sabar melawan aegyo Victoria. Kali ini, ia tak boleh menyerah lagi untuk urusan penting ini.



“Apa? Apa maumu?” Victoria mengangkat dahunya seperti biasa. Gaya sarcasm dan dictatornya selalu muncul tersembunyi dibalik wajah imutnya. Ia menantang Zhoumi lagi dengan gaya yang lebih cool.



Dengan gerak cepat, Zhoumi membuka kotak makannya didepan Victoria yang membelalak sempurna, “Jika kau makan lobster ini, maka kau, Victoria Song, akan menjadi kekasih Zhoumi. Kalau tidak, kita tidak akan bertemu lagi.”



Victoria memandang Zhoumi dengan tatapan yang komplikasi. Seperti serangan jantung yang disertai dengan serangan ribuan burung yang masuk kedalam perutnya lalu beterbangan sambil membuat pesta disko. Takut-takut, Victo mencomot sedikit dari daging kenyal putih kemerahan lobster Zhoumi. Lalu menyengir saat ia memasukkan benda mengerikan tersebut kedalam mulutnya.



“Ergh!” Victo langsung mengeluarkan wet tissuenya dan air mineral dari dalam tasnya. Kemudian memukul bahu yang pemiliknya tengah tersenyum bahagia seperti baru saja mendapatkan sayap dari dewa kahyangan, “bisakah kau lebih kreatif dalam menembak gadis, huh?”



“Hanya dengan cara ini aku bisa berpacaran denganmu, Song Qian.”



Dan kedua bibir itu, bibir tipis kemerahan dan bibir joker tegas itu tersenyum tanpa kenal waktu. 

**


  BAHAHAHAHA kenapa bisa ada mereka disini lol
kenapa bisa mereka jadi couple lol

aku kan nontonin drama china 'when love walk in' kalo ga salah. disitu zhoumi-ge sama qian-jie jadi castnya. astagah itu sinetron banget kaya nikitawilly-_- ada banyak yang garingnya dan ceritanya panjang banget belibet pula. yah setidaknya feelnya nyampe banget abisnya bahasa mereka lucu abis >.<

p.s : inspired by ivannuneo's story. 

Postingan populer dari blog ini

UJI KOMPETENSI ARE FINISHED!