Postingan

Menampilkan postingan dengan label Slice of Jelle

[Speciclet] X | Xanax

Xanax Alphabetic Speciclet © Ghaziana, 2013 2PM Nuneo <3 Rate T+ warn! bathroomscene, long ficlet, a half of vignette *

[Speciclet] Shining Star

Dejavu. Itu yang mungkin banyak diumbar-umbar oleh semua teman-temanku ketika mereka merasa sangat nyaman seperti kembali ke masa lalu. Begitu pun aku kini yang tengah merasakan hal yang serupa. Di bukit dekat rumahku, duduk tanpa alas, bertelanjang kaki dan hanya memakai piyama tidur berwarna pink polkadot. Aku pasti terlihat sangat gila sekarang, tengah malam, tersenyum pada langit sembari menekuk lutut. Tapi hanya ini yang dapat membuatku tenang. Aku rindu pada ibu dan ayahku yang sudah pergi beberapa tahun yang lalu. Dulu, mereka sering sekali membawaku ke bukit ini hanya untuk sekedar bermain kejar-kejaran bola. Menjadi anak satu-satunya adalah sebuah keajaiban untukku, dimana perhatian mereka selalu tertuju hanya padaku. Permainan-permainan anak kecil seperti bermain bola, atau hanya menertawkan ayah jika ia tidak memasukkan bola golfnya kedalam lubang. Kami terlihat serasi dan bahagia. Sampai dimana suatu waktu, ketika umurku sudah mulai beranjak dewasa, ayah dan ibu ...

[Speciclet] Rehearsal

Warna langit yang semakin memekat, membuat namja yang satu ini semakin resah dan kalut harus berbuat apa. Tangannya yang tertopang di pintu Audi open car sedangkan tangannya yang lain memijat dahinya sudah cukup menyatakan bahwa ia tengah resah. Hari sudah semakin sore, menjelang petang bahkan, dan mereka masih saling canggung untuk memulai pembicaraan. Lelaki berwajah tegas dengan mata sipitnya ini hanya meresahkan seorang gadis yang sedang duduk dikursi penumpang sebelahnya. Ia bukanlah sosok yang biasa bekerja dengannya. Itulah masalahnya. Ia dapat melihat dengan jelas lalu-lalang para kru drama yang sibuk men setting ulang pencahayaan karena hari yang hampir malam. Sedangkan sutradara masih sibuk mengatur adegan pasangan ini yang sempat tertunda. Junho—aktor laki-laki satu-satunya yang berada di adegan itu sudah siap lahir batin. Hanya sang gadislah yang masih sering membuat take diadegan ini, menjadikan mereka harus melakukannya berulang-ulang. Dan itu memalukan....