Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

Your Voice is Ours [2]

Eunhyuk POV Aku menitipkan semua barang-barangku pada Donghae setelah sampai di bandara. Aku memutuskan untuk naik taksi dan pergi menuju rumah sakit. Dua hari ini, aku tak bisa menghubungi Han Neul, bahkan Hee Rin. Aku tak mau ada hal yang buruk terjadi pada mereka. Hal kemarin pun sudah cukup buruk bagiku, bagi Hee Rin. Aku berlari menuju ruang rawat. Info terakhir yang kudapatkan dari Han Neul, Hee Rin sudah melewati masa kritis dan dipindahkan ke kamar 21 lantai 4. Aku mengetuk pintu bertuliskan ‘421’ yang bisa kutebak, inilah ruang rawat Hee Rin beberapa hari ini. Aku mengecek dari kaca kecil dipintu, tak ada seorang pun yang lalu-lalang didalamnya. Aku memutuskan untuk langsung masuk saja, dan. Benar tebakanku. Tak ada satupun orang didalamnya. Aku berlari menuju bagian perawat, menanyakan kemana yeoja manis itu dipindahkan. “Permisi nona, pasien bernama Hee Rin dipindahkan ke ruangan mana?” “Mianhae tuan, nona Hee Rin sudah kelu...

Your Voice is Ours [1]

Ketika aku kehilangan dirimu, Dapatkah aku menggapaimu lagi? Setidaknya, ijinkan aku mendengar suaramu.. ** From : Hee Rin Received a day ago, 9:54 am Oppa! besok kita harus bertemu. Harus harus harus! Aku tahu kau sibuk, tapi ayolah, berikan aku waktu dua jam saja untuk bertemu denganmu. Tidakkah kau rindu dengan yeoja semanis aku? jika tidak bisa, aku takkan mau bertemu dengamu lagi!! Aku kembali membuka pesan yang diberikannya. Kadang kesal juga, gadis yang –tidak- manis itu memang memiliki bakat memaksa. Dan aku tidak pernah dapat membuatnya kalah. Yak, namja macam apa aku ini, kalah dengan yeoja sekejam Hee Rin. Sepertinya benar kata Yesung hyung, anak itu memang titisan voldemort. Ya, aku tahu dia memiliki darah sedikit ke-lelaki-an. Hee Rin belum pernah merasakan kehangatan pelukan seorang ibu karena yeoja –tidak- manis yang satu itu, ditinggal ibunya sejak ia dilahirkan. Hee Rin hanya tinggal dengan satu kakak laki-lakinya. Ayahnya seorang tentara militer yang memb...

[Songfict] Last

and this is the second one. bikin yang 'blue-sad' tapi kalo fails ya sudah terimalah. karena saya buatnya waktu itu lagi ujan-midnight-nangis [sokgalau] Last. judulnya sih sama kaya ff dulu punya kanin yang gue suka berat, cuma isinya jauh beda. yaudahlah 15+, masih ga aneh-aneh, bocorin aja kkk~ ** Title : Last Author : Me? Again?! oh. This is my blog, right? huh. who knows? -___- --- “Bagaimana jika aku mencintainya..” ucapnya pelan. Berusaha mengontrol dirinya sendiri. Sudah berkali-kali ia berusaha mengatakan ini, tapi setelah ia melepaskan suaranya, kenapa ia tercekat sendiri? Satu-satunya alasan, adalah gadisnya. Ia tidak boleh berbohong. Tidak-akan-pernah, “..mak.. maksudku.. Yah. Entahlah. Aku mencintaimu.. tapi jika, jika saja itu terjadi bagaimana? Oh. Sial. Seharusnya aku tidak jujur.” “Kau lebih baik jujur padaku.” Jawab gadis berambut emas disebelahnya, dengan wajah menunduk dan senyum hambar. Terlihat mata indahnya yang menahan...

[Songfict] She

Baru berani posting di blog sendiri, karena ff ini bentuknya 15+ keknya muahaha xD nooo~ just a kiss-scene here. romance~ gapake ++ lainnya! tenang aja ga aneh-aneh kok haha [gamaubanyakomong] [marisembunyi] ** Title : She~ Author : Me? oh. who knows? ** “Aku mencintaimu..” gadis dihadapannya menghentikan kegiatan memakan yoghurt strawberry kesukaannya. Tercekat dengan apa yang dikatakan oleh lelaki ini barusan. Terlalu mengagetkan. Tapi, Gadis ini lagi-lagi membohongi lewat wajahnya yang acuh-tak-acuh. “Ne, arrasseo.” Ucapnya sambil kembali memelintir ujung rambutnya yang bergelombang, lalu asik dengan tatapan dinginnya pada pemandangan Seoul yang menurutnya biasa saja. Dan yoghurt strawberry, itu sahabatnya. “Jadilah yeojachingu-ku kalau begitu. Kau sudah tahu, kan?” dan sesaat, gadis dihadapannya tidak dapat membohongi dirinya sendiri dengan memakai topeng tidak-peduli dengan semua ucapan namja yang sedang berusaha merayunya. Ya, lelaki yang satu...