[Speciclet] The Eternal Melody
Semua mata tertuju pada ia yang tengah berusaha sendirian diatas tempat tidur hangat dibawahnya. Terlebih pada ia yang sedang memberikan seluruh tenaganya, dibantu oleh para perawat yang sudah professional , ia berteriak memohon pada Tuhan untuk memberikan satu kesempatan untuknya—untuk menyelamatkan satu nyawa yang sudah lama bernaung dalam dirinya. Wajahnya terasa panas karena lampu besar berwarna oranye yang menyilaukan itu tepat berada diatas tubuhnya. Ia masih berteriak tak karuan, meminta kekuatan, lampu yang menyorot tajam seakan harus mendengar gadis yang dewasa ini mengemis-ngemis agar ia bisa melepaskan seluruh penat yang terus melingkupi semua anggota tubuhnya. Sedangkan matanya menangis karena satu permintaannya tak dipenuhi. Ia tengah menggenggam sebuah tangan kekar yang lemah, dan pemiliknya tak memberikan ia doa atau kekuatan apapun. Namun dalam hatinya, ia begitu tahu bahwa didalam alam bawah sadar lelaki tersebut, pasti tengah menyemangatinya. Seperti itul...