Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

White Rose [Chapter 3/7]

Cinta, adalah lawan yang tak kan pernah bisa ku kalahkan.—Lee Donghae. ** Untuk yang ke sekian kalinya, aku mengetuk pintu mahoni yang tepat di depan mataku. Gadisku—Lee Hyera—tidak masuk sekolah untuk hari ini. Sepulang sekolah, aku meluncur kerumahnya, namun belum ada tanda-tanda respon positif dari sang tuan rumah. Mungkin aku harus meminta maaf padanya, telah menjauhinya untuk beberapa hari waktu itu. Penyesalan itu ada. Namun setelah hatiku tenang, ia benar-benar bisa membuatku mudah sekali kembali padanya. Menemukan selembar kertas kecil yang dilipat yang diselipkan ke novelku, aku sedikit ragu jika harus menjauhinya lebih lama. Toh semua karena keegoisanku. Aku hanya tak ingin ia tahu. Dan sungguh, menyembunyikan sesuatu didepan Lee Hyera adalah sesuatu yang sulit. Tiba-tiba suara decitan pintu membuyarkan seluruh kalimat-kalimat yang kususun sebagaimana rupa agar Lee Hyera bisa kembali menerimaku. Karena bagaimana pun juga, dialah yang s...

White Rose [Chapter 2/?]

“ So now I wanna know the things about you and her.” “Aku tidak bisa..”  ** Lee Hyera masih diam seribu bahasa. Ia menjadi rapuh untuk tetap duduk disebelah Donghae. Seminggu yang lalu, Donghae begitu menjaga jarak darinya. Dan Cho Kyuhyun, yang mengetahui bahwa kedua soulmate ini tak pernah terpisahkan, hanya bisa menukar tempat duduknya dengan Hyera sehingga ia diapit oleh dua orang yang sedang menahan egonya masing-masing. Ada saatnya Kyuhyun mengajak Hyera pergi ke kantin atau ke perpustakaan untuk sekedar mendinginkan suasana, ada pula saat Kyuhyun mengajak Donghae bermain basket. Hanya keduanya terlalu kompak untuk menolak ajakan Kyuhyun. Hyera sudah sampai lebih dulu dibanding Donghae hari ini. Ia mengendarai mobilnya, dan sudah duduk siap di kursi barunya—tempat Kyuhyun biasa duduk, disebelah partner belajar si ketua kelas—Kyuhyun selama empat tahun terakhir, Sungmin. Kelasnya masih sepi, mengingat waktu masih terlalu pagi. Kyuhyun belum kunjung da...