White Rose [Chapter 3/7]
Cinta, adalah lawan yang tak kan pernah bisa ku kalahkan.—Lee Donghae. ** Untuk yang ke sekian kalinya, aku mengetuk pintu mahoni yang tepat di depan mataku. Gadisku—Lee Hyera—tidak masuk sekolah untuk hari ini. Sepulang sekolah, aku meluncur kerumahnya, namun belum ada tanda-tanda respon positif dari sang tuan rumah. Mungkin aku harus meminta maaf padanya, telah menjauhinya untuk beberapa hari waktu itu. Penyesalan itu ada. Namun setelah hatiku tenang, ia benar-benar bisa membuatku mudah sekali kembali padanya. Menemukan selembar kertas kecil yang dilipat yang diselipkan ke novelku, aku sedikit ragu jika harus menjauhinya lebih lama. Toh semua karena keegoisanku. Aku hanya tak ingin ia tahu. Dan sungguh, menyembunyikan sesuatu didepan Lee Hyera adalah sesuatu yang sulit. Tiba-tiba suara decitan pintu membuyarkan seluruh kalimat-kalimat yang kususun sebagaimana rupa agar Lee Hyera bisa kembali menerimaku. Karena bagaimana pun juga, dialah yang s...