[Speciclet] Rehearsal

Warna langit yang semakin memekat, membuat namja yang satu ini semakin resah dan kalut harus berbuat apa. Tangannya yang tertopang di pintu Audi open car sedangkan tangannya yang lain memijat dahinya sudah cukup menyatakan bahwa ia tengah resah. Hari sudah semakin sore, menjelang petang bahkan, dan mereka masih saling canggung untuk memulai pembicaraan.

Lelaki berwajah tegas dengan mata sipitnya ini hanya meresahkan seorang gadis yang sedang duduk dikursi penumpang sebelahnya. Ia bukanlah sosok yang biasa bekerja dengannya. Itulah masalahnya.

Ia dapat melihat dengan jelas lalu-lalang para kru drama yang sibuk mensetting ulang pencahayaan karena hari yang hampir malam. Sedangkan sutradara masih sibuk mengatur adegan pasangan ini yang sempat tertunda.

Junho—aktor laki-laki satu-satunya yang berada di adegan itu sudah siap lahir batin. Hanya sang gadislah yang masih sering membuat take diadegan ini, menjadikan mereka harus melakukannya berulang-ulang. Dan itu memalukan.

Gadis itu sudah tak lagi menangis, hanya suara isakan kecil saja dari bibirnya. Junho sedikit resah, bagaimana jika aktris dadakan disebelahnya ini berkeinginan untuk berhenti bermain peran, sedangkan waktu berjalan terus tanpa henti.

“Belle?” panggil Junho yang akhirnya memulai pembicaraan. Ia termasuk lelaki yang benci keheningan, terlebih lagi pembicaraan kosongnya dengan seorang gadis manis British-Hanguk ini. Gadis berambut panjang itu menoleh kearah Junho yang tersenyum, seorang yang memang harus membetulkan keawkwardan mereka akhir-akhir ini.

Gadis yang bernama Anabelle itu hanya menoleh, memberikan innocent bahwa ia benci dan malu melakukan adegan itu.

“Kau mau berbicara padaku?” Junho meminta, seperti sedang menginterogasi mata Anabelle yang sebelumnya berkaca-kaca, “…bicara tentang mengapa…kau selalu menoleh kearah lain ketika aku sudah mendekatimu?”

Junho menyadari bahwa permintaannya ini sangat salah. Terlebih ia tengah berbicara dengan seseorang yang bukan dibutuhkannya, juga bukan yang dibutuhkan oleh para kru disini. Semua terjadi begitu saja karena satu-satunya yang bisa menyelamatkan drama serial ini hanyalah Anabelle.

“Kau tahu, Junho-ssi…” Anabelle mulai membuka suaranya. Dengan wajahnya yang menatap para kru yang berkeliaran diluar mobilnya, “…Adeline adalah aktris yang paling hebat yang pernah ku kenal. Dia kakak yang baik, penuh percaya diri, banyak digemari lelaki, dan aku bangga padanya.”

Junho masih diam. Mendengar apa yang akan dibicarakan gadis murung ini.

You know that I’am a newbie one. Oh No, aku hanya pengganti kembaranku yang masih berada dirumah sakit. Dan aku bekerja keras untuk tidak melakukan NG sama sekali. Tapi untuk adegan ini……….it’s my first….

Anabelle tiba-tiba saja menunduk. Menggeleng perlahan. Junho yang mengangguk mengerti akhirnya berani mengelus-elus rambut Anabelle yang tergerai sempurna. Ia sangat mengerti jika menjadi wanita yang harus melakukan adegan yang tak diinginkan, ia pasti akan berusaha mengelak. Namun untuk hal ini, menurut Junho adalah sesuatu yang genting. Kecelakaan yang tak pernah terduga, dam membuat sang aktris utama harus terus berada dirumah sakit, membuat suatu wacana keluar bahwa drama ini akan segera dihapuskan.

Bahkan tayang saja baru episode awal, bagaimana bisa?

Anabelle satu-satunya pilihan yang bisa menyelamatkan segalanya. Menggantikan sang kembaran, Adeline, hingga kakak berwajah sama miliknya itu pulih dari penyakitnya.

“Kau tak perlu khawatir. Apa masih ada yang menakutimu untuk melakukan ini?” tanya Junho sekali lagi. Demi kelancaran dramanya, dan ketenangan Anabelle, ia ingin sekali merubah skenario. Hanya saja tidak bisa semudah itu.

Unlike you who is openly tell me to not hide, I’m embarrased….I really can’t do the kiss… Dan semua orang yang ada disini harus melihatku melakukan itu juga! Itu memalukan! How should we kiss in this condition!!”

Junho mengeluh mendengar Anabelle yang protes seperti itu. Rasanya jadi lelaki, ia harus lebih memimpin Anabelle untuk membuatnya lebih nyaman lagi didepan banyak orang—dan akan dilihat oleh banyak orang juga.

Ia menggenggam satu tangan Anabelle dan mengaitkan jari-jarinya satu sama lain. Anabelle yang merasa jengah menoleh kearah lelaki berwajah oriental itu. Ia sedikit takut karena wajah Junho yang mendekati dirinya. Ia gugup, tangannya mulai bergetar namun ditahan oleh lelaki didepannya itu.

Memang cukup sialan melakukannya. Junho hanya ingin membuat Anabelle lebih santai.

Wajahnya sudah hampir sepuluh senti lagi. Mungkin sedikit gerakan cepan, Junho akan menggapai bibir gadis itu. Melihat gadis didepannya sudah menutup mata, tangannya lebih erat lagi menggenggam jemari kecil sang gadis hingga ia bisa dengan sempurna menghembuskan nafasnya didekat hidung Anabelle.

Junho menarik lagi dirinya. Ia tak boleh langsung mencium gadis itu, karena itu yang pertama untuknya. Anabelle yang wajahnya memerah akhirnya tertawa kecil dan mengipas-ngipaskan tangannya disekitar wajahnya. Ketika mereka saling berpandangan bersamaan, Junho dan Anabelle hanya tertawa menahan malu masing-masing.

“Merasa baikan?” tanya Junho lagi. Melihat Anabelle mengangguk malu-malu, ia kembali tersenyum, “…jika kau sudah merasa nafasku terasa, kau boleh tutup matamu dan lebih nyaman untuk bernafas, geurae?” Anabelle tertawa kecil setelah mengangguk. Junho memang aktor yang sempurna, bisa sekali membuatnya nyaman dalam kurun waktu singkat seperti tadi.

Melihat Junho yang tengah memanggil sutradara untuk meneruskan, Anabelle mendinginkan kepalanya. It’s only on the lips, don’t hide. It’ll be fine. Junho is a awesome cast.

Anabelle melihat semuanya bersiap, sedangkan tiba-tiba saja Junho menggenggam tangannya lebih erat lagi. Ia menarik nafasnya untuk menetralkan suasana. Menahan emosinya yang membuncah gila saat lelaki itu sudah mendekat kearahnya.

Rolling…… Action!

This is move closer scene, much closer scene, and he is trying to comfort Anabelle to do that. See, he is kissing her lips and looks with love. Just need practicing to avoid NGing, right?


*


SEE how much i calvinkleined my mind-_________- tapi sumpah aku chaos bikin ini WAAA JUNHOYAAAA NEOMU BOGOSHIPPOYO u-u
aku bikin ini sambil y!man terus sambil jilatjilat eskrim. kalo ada typo ya maaf.... kalo aneh juga maaf.... aku rasa sih ini aneh....

WELL aku ganti tema blog HAHAHA bagusan yang kemaren apa yang sekarang? komentar dibutuhin bangetttttt makanya buruan komen ke twitter aku. kalo jelek aku ganti kayak kemaren lagi :p

Postingan populer dari blog ini

UJI KOMPETENSI ARE FINISHED!