[Speciclet] J | Jukkgetne

Jukkgetne
Alphabetic Speciclet

© Ghaziana, 2013
Junho 2PM & Kim Soeun
Rate : T




*





What should I do? I’m not sure. You are beautiful even when you are not smiling. I am happy just thinking about you. I love you to death. (Jukgettne—10cm)

“Hey,” seorang lelaki tinggi dengan kaos oblong berwarna putih pucat melambai-lambaikan tangannya. Diantara lima laki-laki yang tengah berkumpul ditengah-tengah ruangan sambil menghela nafas panjang, beristirahat dengan senyum yang masih terpatri dibibir mereka, Junholah yang berdiri. Junho yang merasa butuh panggilan tersebut. Minjae, manajer-hyungnya mengangkat-angkat alisnya, menandakan sesuatu yang ditunggu sudah datang.

Junho tersenyum sebentar, lalu meninggalkan teman-teman membernya yang sedang tertawa-tawa bersama member lain juga personil termuda di JYPNation, JJProject. Saling menertawakan juga bercanda memang hobi mereka. Apalagi kalau Jokwon dan Seulong sudah ikut gabung dengan mereka. Bisa dipastikan grup bernyanyi ini berubah menjadi grup lawak.

Tangannya dengan cekatan mengganti kaos putih yang dipakainya dengan kaos yang lebih bersih. Ia tentu tidak akan pergi dengan baju berkeringat, bukan?

Senyumnya lebih lebar lagi ketika kakinya bergerak menuju lorong Saitama Arena, tempat konser JYPNation 2012 diadakan. Berpuluhribu fans memadati seluruh kursi penonton. Warna-warni lightstick yang didominasi oleh warna biru tua menambah energi Junho dan yang lainnya ketika berada diatas panggung—walaupun tanpa satu member, Nichkhun. Semuanya seperti mimpi. Bersama panggung besar, bersama keluarga JYP, ia merasa tenang. Terlebih lagi malam ini.

Ternyata tamu yang diundang itu datang hingga ke Jepang. Menonton konsernya.

Mungkin dialah yang membuat Junho semakin semangat ketika diatas panggung.

Junho berdiri diam terpaku. Menatap siluet gadis berambut ikal dengan kardigan kuning juga dress simpel berwarna oranye, sepatu sneakers layaknya anak sekolah, kacamata berbingkai tipis, dan lightstick putih merekah seperti yang biasa digunakan dikonser world-tournya.

Wow.

Apa dia fans fanatik yang beruntung bisa bertemu seorang Junho dibackstage? Hahaha, tentu bukan!

Junholah fans fanatik dari gadis itu. Buktinya, ia terpana melihat gadis yang lebih tua setahun darinya tersebut. Ah, mungkin kau bisa menebaknya lebih tepat jika kau mengikuti program musik MBC, Music & Lyric.

Ingat?

Ya. Aktris cantik Kim Soeun tengah berada di Jepang, sengaja menyempatkan waktu untuk sahabat sekaligus mantan partnernya, sebagai balasan atas undangan Junho beberapa bulan yang lalu. Soeun adalah gadis yang tak bisa mengingkari janji. Buktinya ia ada dihadapan Junho sekarang. Saling mendalami sepasang mata dihadapannya satu sama lain, tersenyum dari telinga hingga telinga, berdiri dengan tangan yang bergetar dan kaki yang tak kuasa menahan tubuh seperti jeli.

“A—annyeong…” Soeun lebih dahulu membungkukkan tubuhnya, lalu menutup mulutnya dengan sebelah tangan. Merasa canggung sekali ketika berhadapan dengan Junho. Tentu! Dulu mereka sangat dekat karena program tersebut. Lama kelamaan, intensitas berkontak mereka semakin merenggang dan jarang dilakukan. Ayolah, mereka adalah nama besar yang dimiliki Korea Selatan sekarang.

“Oh, Noona—eh. Soeunnie.”

“Eung…sibuk?”

“A—ani.” Junho terkekeh geli. Merasa sangat aneh dan kikuk melihat Soeun yang tanpa riasan tebal juga sepatu hak tinggi, “oh. Ayo duduk. Kau pasti sudah lama menunggu ‘kan? Mau kuambilkan minum?”

“Ani, gwaenchana.” Hatinya mencelos lega ketika Junho membawanya kedalam topik yang sedikit lebih bersahabat. Tidak terlalu belibet. Kalau boleh jujur, Soeun memang merindukan kegiatan mereka selama sebulan penuh mengisi waktu dengan membuat sebuah lagu. Lagu romantis, lagu cinta, yang benar-benar bisa mengekspresikan masing-masing dari mereka yang sendiri karena tak bisa sedikit saja keluar dari peraturan yang sudah ditetapkan.

Anggap saja mereka berdua ini partner yang tengah memanfaatkan waktu untuk menganggap pasangannya sebagai pacar ‘bohongan’. Coba tanya Junho kalau soal ini. Junho yang antusias sekali ketika melihat sebuah pesan singkat yang menyatakan bahwa Soeun sudah sampai di Jepang dan mendapat kursi Platinum. Untuk para penonton di kursi tersebut, jangan kaget jika Junho banyak melirikmu!

“Ah, Junho-ya. Aku begitu senang melihatmu dan semua teman-teman konsermu tadi. Kalian daebak! Benar-benar total dalam bernyanyi dan menari! Aku bangga pada kalian ketika fans Jepang disekitarku menyanyikan lagu kalian dengan bahasa Korea. Sungguh, aku seperti sedang menjadi fans kalian!” Cara memandang Soeun mulai berbeda, berbinar dari biasanya. Ekspresinya menarik Junho untuk tersenyum dengan kedua mata sipitnya. Gestur tangan besarnya mulai gemetar karena bingung antara merasa terpuji atau karena gadis didepannya.

Aish, Jukgettne!

“Ohya? Kamu suka penampilan kami yang mana?”

“Kalian terlihat gila sekali saat menyanyi bersama. Tanganku sampai pegal gara-gara refleks mengangkat lightstick ini tinggi-tinggi. Ohya, gomawo lightsticknya. Akan kusimpan baik-baik..” Soeun menyampirkan helai rambutnya kebelakang telinga, lalu melanjutkan, “…aku jadi ingin bertemu Jinyoung Sunbaenim. Dia keren juga. Suaranya masih seatraktif dulu. Tidak aneh melihatmu dan semuanya bisa selincah Jinyoung Sunbaenim.”

“Nanti akan kusampaikan salammu, Soeunnie.” Secercah senyum bahagia terlukis diwajah Junho, “apa kamu masih mau tinggal di Jepang? Mau makan bersama?” tawarnya cepat. Junho tidak ingin kupu-kupu imajiner dalam dadanya bertelur dan membuat sarang kepompong. Ini tidak bisa lagi ditahan, Junho sudah jatuh cinta sejak lama setelah program itu dimulai. Dan melihatnya tanpa riasan, ia yakin jika Soeun jadi istrinya, ia akan selalu melihat bidadari setiap pagi dengan rambut ikal yang menjuntai, piyama putih, lalu morning kiss yang begitu manis dibibirnya.

Eh?

Junho! Sadar!

“Eum….sebenarnya aku kesini mau pamit. Lusa ada jadwal. Bisa kita bertemu di Seoul?” Yah, sudah dipastikan kupu-kupu dalam dadanya bertelur didalam perut Junho. Sama halnya dengan Soeun yang wajahnya semakin merah saja.

“Geurae.” Junho mengangguk serta merta meraih pergelangan tangan Soeun dan menariknya sedikit. Si pemilik tangan tersebut membulatkan matanya terkaget. Hanya ada handband berwarna putih dan merah bertuliskan ‘2PM’ dengan ukiran emas disekitarnya. Matanya sontak melotot nyaris meloncat, jantungnya sudah terpantul kebawah leher, mungkin? Kedua kulit itu bersentuhan. Tanpa disadari, keduanya dingin berkeringat.

“Hati-hati.” Hanya itu yang dipesan Junho pada Soeun. Gadis itu berdiri dan berjalan mundur menatap Junho yang memberikan bahasa isyarat ‘telepon’ didekat telinganya. Soeun mengangguk lagi, mengeraskan kakinya sebelum berubah menjadi jeli.

Sedangkan Junho? Ia pun tak mengerti mengapa ia bisa menyentuh tangan gadis itu setelah sekian lama tak bertemu. Dengan mudah tanpa tahu apa reaksi yang timbul dalam dadanya. Seperti volcano yang siap meledak dalam beberapa detik.

Namun reaksi dalam dadanya tak berhenti sampai situ saja. Ia berlari menuju lorong paling ujung Saitama Arena, lalu mendapati dia yang masih berjalan anggun walau pakaiannya terlihat sangat ‘bukan-artis’. Lagi-lagi Junho menggenggam tangan Soeun yang kecil, sehingga mata Soeun seperti sudah siap mencuat dari tempatnya. Mereka merasakan dingin yang sama. Keringat yang sama. Canggung yang sama. Reaksi yang sama. Jantung berdegup kencang yag menuntut untuk mengalirkan darah ke wajah yang sama.

Genggaman tangan erat yang sama.

“Aku antar sampai depan.”

Singkat. Namun memunculkan harapan tentang….  Can friendship go in the direction of love. Right? Of course!

[끝] 

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AKHIRNYA SUAMIKU SIGANTENG YANG MAU ULANG TAUNAN MUNCUL JUGA *kisseu* *panas* *goyangbyutipulpakekorsi*

yah sebenernya aku berat bagi-bagi junho ke soeun unnir cuma dia cantiknya kebangetan jadi gapapa aku pinjemin :p sebenernya ini ide aku sama april ditengah2 pelajaran agama sambil nonton jypnation *astaghfirullah* dan tadinya J-nya ini kalo nggak Junho, JJ Project, Junsu, atau enggak JYPNation. tapi akhirnya jadi begini yaaaaa april mianhae^^

p.s : junho gausah malu-malu gitulah kamu iccccccc

Postingan populer dari blog ini

UJI KOMPETENSI ARE FINISHED!