[Speciclet] W | Wet
Wet
Alphabetic Speciclet
© Ghaziana, 2013
SJ Lee Hyukjae
Rate : K+
warn! insane abis-_-
warn! insane abis-_-
*
Pagi hari
ini sedikit terasa berbeda. Ia bangun dari tidur cantiknya, menyibak selimut
yang menutupi setengah badannya. Matahari sudah muncul dan membuat kamarnya
silau karena sinarnya yang menembus tirai berwarna krem penutup jendelanya.
Disempatkannya untuk meregangkan anatomi tubuhnya yang tegang. Malam kemarin
sangat gila. Terlalu gila. Taruhan dengan satu botol Tequila adalah hal yang
bodoh—dan ia lakukan saat umurnya beranjak 23 tahun beberapa jam yang lalu.
Seluruh
badannya terasa sangat kaku untuk digerakkan. Persendiannya tegang. Dan isi
kepalanya masih berantakan, sama seperti rambut ikal kecoklatannya. Untung saja
ia selamat dari terkaman taruhan-taruhan lainnya di restoran kemarin, semua
teman-teman satu kantornya tidak ada yang beres.
Tapi tak ada
yang lebih tak beres dibandingkan
malam kemarin. Yaitu pagi ini.
Seluruh
teman-temannya dibuat uring-uringan karena sikap dan gelagat gadis bermarga Han
ini. Resah dan kesal bercampur jadi satu bahkan diperayaan ulang tahunnya
kemarin malam. Han Chaerin memang menikmati acara gila tadi malam, itu juga
kalau ia menyingkirkan masalah terbesar yang ia harus telan matang-matang pagi
ini. Karena pada akhirnya, tak ada satu pun panggilan atau pesan singkat yang
masuk kedalam ponselnya.
Hingga pagi
ini.
Hingga hari
ulang tahunnya selesai.
Bagus. Hari ulang tahunnya saja
dilupakan oleh manusia monyet lincah itu. Bagaimana jika nanti mereka menikah?
Mungkin si myeolchi akan melupakan
siapa nama istri dan apa jenis kelamin anaknya?
Astaga!
Chaerin mengacak-acak rambutnya lagi. Lalu turun dari tempat tidurnya setelah
memastikan ponselnya terlempar dengan menyedihkan lalu memantul diatas tempat
tidur. Ia benci diduakan. Oke, mungkin ia bisa mengerti tentang status
kekasihnya yang seorang artis. Tapi hari ulang tahunnya hanya satu tahun
sekali…
Ia berdiri
memandang pantulan dirinya didepan cermin serendah lututnya. Menatap siluet
dirinya yang berantakan, masih dengan kemeja tipis berwarna merah marun yang
memunculkan bahwa ia memakai kaos hitam tanpa lengan didalamnya. Pantas saja ia
menggigil saat tidur. Masih dengan celana diatas lutut yang berkerut-kerut,
mungkin karena ia tidur dengan gerakan yang cukup ekstrim pengaruh Tequila yang
membuatnya lupa daratan.
Merasa risih
dengan tatanan rambutnya, sepertinya Chaerin harus ke salon pagi ini. Dan pagi
ini pula, ia harus memastikan Si Myeolchi tercekik dengan kedua tangannya sendiri.
Ia melangkah terhuyung-huyung, memaksakan diri untuk keluar dari kamar untuk
mengambil bathrobe agar ia bisa
dengan segera membersihkan diri. Tak peduli dengan tampilan dirinya yang
seperti serigala betina yang diserang keluarga vampire Cullen, ia mendorong
kenop pintunya dan membelalak dengan sempurna sambil membiarkan anak-anak
rambutnya rata dan menempel di pipi kanan dan kirinya.
Diam tanpa
suara.
Merasakan
aliran air turun dari kulit atasnya hingga kebawah.
Ia semakin
menggigil dan tak bisa berkata selama beberapa detik. Ada sebuah baskom diatas
kepalanya. Dan isinya baru saja tumpah ketubuhnya hingga membuat Chaerin
terlihat seperti serigala kehujanan.
“SURPRISEEEEEEEEE!”
Teriak pemuda didepannya. Oke. Bagus. Dia dengan jaket kulit dan tatanan rambut
blonde dua warna. Sabuk yang mengkilat melingkar dipinggulnya.
Yang
membuatnya benci adalah, barisan gigi dan gusi yang terpampang tanpa dosa. Dan
sebuah cake coklat menggoda dengan lilin warna-warni diatasnya ada diatas kedua
tangan pemuda itu. Sebuah cake bertuliskan hangul dan tanggal lahirnya….?
Dan ketika
ia merasa Lee Hyukjae, kekasihnya tersebut, memakai atribut terbaik dan membuat
tubuh kerempeng berisinya menjadi tampan, sedangkan ia harus merasa gila karena
menggigil bekas tetesan-tetesan air yang tak henti jatuh dari rambutnya.
Sial.
Chaerin benar-benar tak habis pikir dengan kekasih monyetnya ini. Bagaimana bisa
dia menuliskan tanggal lahirnya dengan sangat salah dan merayakannya di tanggal
yang salah juga?!
Ini tak
boleh dibiarkan. Seekor serigala lapar dan geram dan kesal dan benci dan…..basah…..takkan membiarkan mangsa yang
sudah ada didepan matanya. Bahkan saat pagi hari, saat ia benar-benar butuh
mangsa.
Senyum smirk khasnya membuat suasana tegang. Ia
berjalan kearah Hyukjae yang masih saja tertawa tanpa dosa. Chaerin memindahkan
kue ditangan Hyukjae keatas meja kecil dipojok kondominiumnya. Ia mendekat siap
mengecup bibir Hyukjae. Sepertinya si Myeolchi sudah siap.
“YA!!!!!!
ULANG TAHUNKU ITU KEMARIN SIALAN! KENAPA KAU SELALU LUPA HUH! YAAAAAAA!” Tidak ada ampun bagimu, Lee Hyukjae. Aku tak
peduli siapapun kau. Begitulah yang ada diotak Chaerin saat kedua tangannya
mencekik leher Hyukjae hingga wajahnya semerah tomat segar.
“AAAH!
M—Mian! Lep—lepassss! Ya!” Hyukjae benar-benar tidak ingat. Tidak. dan itu
membuatnya sama-sama basah karena air dari botol mineral yang digenggam
Chaerin. Sial, padahal kan ini surprise!
“AKU BENCI
PADAMU MYEOLCHI KEREMPEEEEEEEENG!”
“MI-MIAAAAAAAN
ERGHKKKK.”
“MYEOLCHI
SIALAAAAAAAN!”
Semoga saja teriakan
Chaerin yang diselingi dengan suara sendatan ampun Hyukjae tidak membuat
tetangga sebelah terbangun di pagi hari yang basah ini.
[끝]
BUAHAHAHAAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAH SI HYUKJAE *plak *dilemparikansamadonghae *nangisdipojok