[Speciclet] U | Underage

Underage


Alphabetic Speciclet







© Ghaziana, 2013


Lee Taemin SHINee & BoA Kwon Rate : T
Warn! Crack-Pair, but i luv it<3


*









Siapa yang tidak kenal Boa? Gadis berkulit putih dengan rambut hitam legam menutupi punggung, bahu yang tegas dan senyum yang menawan. Hingga saat ini belum ada yang bisa menggeser peringkat kecantikan primadona sekolah ini.



Belum lagi bakatnya yang bertumpuk. Sudah cantik, berbakat jadi foto model, jenius dan mendapat peringkat tiga besar, dan punya suara yang bagus… Sekarang siapa yang tidak suka pada Boa?



Gadis yang selalu menghabiskan waktunya dengan membaca majalah fashion dan online ini memang dipuja-puja oleh banyak lelaki diseluruh penjuru sekolah. Dari mulai para guru muda, hingga hoobae-hoobaenya. Tidak hanya lelaki yang bisa tersita pandangannya, para wanita pun bahkan iri sekali dengan penampilan Boa yang selalu uptodate dan cocok dengan tubuhnya yang ramping. Dengan deru langkah yang dibuat oleh sepatu sneakers merah mudanya saja, sudah membuat para penunggu lorong sekolah yang sibuk dengan lokernya masing-masing memandang Boa dengan sejuta harapan ingin sekali bisa seterkenal Boa.



Tapi manusia tentu memiliki banyak kekurangan kan? Dibalik kejeniusan dan wajah indah Boa, tentu para pemuda yang dengan gamblangnya menyatakan cinta pada gadis ini tahu bahwa ternyata, primadona yang satu ini adalah seorang gadis yang lebih suka menutup diri. Boa tidak terbuka pada lelaki mana pun. Dari gossip yang banyak beredar sih, Boa berubah sejak dia putus dari si playboy sekolah, Lee Hyukjae. Tapi entahlah. Tidak ada seorang pun pemuda yang akhirnya berani menyatakan cinta pada gadis itu karena percuma saja, Boa takkan mengatakan iya pada setiap pemuda yang menyatakan cintanya. Sebatas secret admirer, Boa sih masih bisa terima. Toh jika pagi hari ia membuka lokernya, tak sedikit pesan-pesan menggoda dan gombal ala pemuda-pemuda nakal menumpuk dengan manis.



Hingga sekarang pun, Boa masih digandrungi banyak tatapan menggoda dari pemuda-pemuda yang dilewatinya. Bersiul lah, bahkan kadang menggodanya parah karena Boa suka sekali memakai jaket jeans dengan ukuran sebatas pinggang, menambah kesan seksi pada dirinya (padahal kan sebenarnya ia juga pakai seragam. Kenapa sih pemuda-pemuda ini memandangnya dengan tatapan nakal sekali?)



“Noona!” bahu Boa tersentuh oleh telapak tangan seorang  namja berwajah putih salju yang sengaja menyetarakan langkahnya agar bisa berjalan berdampingan bersama primadona tersebut. Tak ada penolakan dari Boa, ia bahkan sudah biasa bersama lelaki yang sudah bersamanya sejak ia mendapati lelaki manis ini masuk kedalam klub dancenya. Pemuda manis inilah yang sebenarnya membuat Boa berdecak kaget karena kemampuan menarinya yang diatas rata-rata.



Suatu keberuntungan untuk Lee Taemin, hoobae dua tahun dibawah Boa yang hampir membuat seluruh pemuda yang menyukai Boa dengki dan benci karena keintiman mereka. Dan tentu membuat Taemin menjadi bahan pembicaraan: kenapa Boa mau-maunya saja dengan kacung kecil seperti Taemin? Ia bahkan underage!



“Hey. Apa kabar?” tanya Boa dengan suara merdunya. Taemin yang lebih tinggi sedikit dari Boa, mendapati sunbaenya itu keberatan membawa dua ensiklopedi di tangannya, akhirnya mengambil buku tebal itu hingga berakhir dipelukannya, “eh terima kasih.”



Taemin menyengir lebar, “Noona tidak datang ke…. Ehm…. Kontes dance sekolah?” lama kelamaan, kegugupan dalam diri Taemin membuncah tak karuan. Sebenarnya, ia terlalu lancang untuk menanyakan hal ini pada Boa, sosok sunbae yang ia sangat kagumi.



Sekali lagi ayo kita tekankan, bahwa Boa adalah sosok primadona yang banyak dikagumi oleh pemuda sepenjuru sekolah, dan sosok yang tidak bisa hanya dengan digoda sekali bisa luluh begitu saja. Para pemuda yang hingga puluhan kali memberikan Boa bunga pun akhirnya mundur dari pertarungan, karena pada akhirnya, dapat terjawab sudah bahwa Boa takkan memilih satu diantara ratusan orang yang melakukan hal sama. Dan Boa suka sekali cara Taemin menyampaikan rasa sukanya. Tidak dengan bunga, surat cinta dalam loker, atau ucapan-ucapan gombal.



Dua minggu lalu, tepatnya saat mereka berdua sedang terengah-engah karena harus latihan untuk tampil diacara tahunan untuk esok harinya, Taemin menyatakan perasaannya dengan lembut dan penuh perasaan bahwa ia benar-benar mengagumi Boa. Ayolah, Boa bukanlah perempuan yang bisa luluh dengan sekali ucapan saja, kan? Tapi kenapa ia bisa melihat sorot mata Taemin sedalam itu? Semenarik itu?



“Noona?” Taemin kembali menyadarkan Boa yang melamun selama perjalanan mereka kedalam studio kosong yang dipenuhi dengan dinding-dinding kaca disekitarnya. Boa melonjak sedikit setelah kesadarannya kembali. Setelah itu Boa tersenyum dan mulai membuka jaket dan seragamnya hingga menyisakan kaos putih bergambar kartun dengan rambut yang diikat tinggi, menandakan ia siap berlatih dengan Taemin hari ini.



Tapi satu hal yang memenuhi pikiran Boa saat ini. Boa memang menjanjikan hal penting pada Taemin, bahwa ia akan menjawab pernyataan Taemin di kontes dance sekolah. Tapi di hari itu, Boa dengan sengaja menghilang. Ia bimbang harus jawab apa.



Taemin tahu rasanya ditolak. Ia tahu bahwa kondisinya saat ini hanya sebagai hoobae yang beruntung bisa dekat dengan Boa yang notabenenya adalah gadis paling cantik dipenjuru sekolahnya. Ia hanyalah seorang partner yang harus bersama Boa disetiap mereka harus tampil berdua. Taemin seharusnya sadar bahwa ia tidak boleh terlalu percaya diri karena benar kata teman-temannya, Boa sunbae akan menolak pemuda yang menyatakan cinta padanya.



Boa tidak pernah sebimbang ini sebelumnya. Tapi ia merasa Taemin adalah lelaki yang lebih pantas menjadi partnernya dibanding Hyukjae, mantan partnernya dulu. Feel menarinya lebih terasa, ia bisa tertawa dengan Taemin ditengah-tengah tarian, mengganti gerakan sesuka hati, bahkan bisa bercerita lebih intim saat waktu istirahat tiba. Ia tak pernah memandang berapa umur Taemin yang sudah pasti lebih muda dari dirinya. Ia hanya… merasa lebih hidup, tentu setelah Hyukjae memacari orang lain.



“Noona, aku mau bicara.” Taemin mendekati Boa yang sedang bersandar didinding kaca dengan sebotol air ditangannya. Taemin menunduk dalam saat ia sudah duduk bersila didepan sunbaenya itu.



Dan Boa tak pernah segugup ini.



Taemin mendengus pelan setelah Boa menatapnya dalam, seakan membiarkannya untuk berbicara sesuka hati. “Noona tak perlu pusing menjawab pernyataanku waktu itu. Aku diluar kendali saat itu. Aku memang kagum pada noona, dan mungkin sama dengan orang-orang yang juga kagum sama noona. Noona jangan jauh dariku, ya? Jangan benci padaku karena aku jujur pada noona. Aku cuma takut noona tak lagi mau menjadikanku partner dance noona lagi. Aku memang terlalu muda untuk noona, dan tidak sebanding dengan Hyukjae-ssi, mantan partner noona yang juga penari itu. Aku janji takkan sebodoh kemarin.” Taemin menundukkan kepalanya lebih dalam karena malu menatap sunbaenya.



Dan Taemin semakin kaget saja ketika rambutnya diacak-acak dengan sengaja oleh gadis yang lebih tua didepannya yang tengah tertawa ramah, membuat Taemin mengangkat wajahnya tak percaya. “Siapa yang bodoh sih, Lee Taemin?”



Boa tersenyum menutupi semburat merahnya, “Aku juga suka kok jadi partner kamu selama ini. Kamu itu keren, berbakat, dan kita punya banyak kesamaan saat buat tarian. Aku baru pertama kali dapat partner selincah kamu, jadi aku tidak merasa sedang menari sendirian.”



Taemin diam saja saat Boa berkicau membuat dadanya berdebar, “Terima kasih loh kamu sudah kagum sama aku. Dan, aku juga tidak ingin jauh-jauh dari kamu, Lee Taemin kecilku. Makanya, kita harus terus jadi partner sekarang. Iya kan?” Taemin hampir saja menganga dengan memalukan setelah mendengar dengan jelas suara tulus sunbae yang dikaguminya itu. Hatinya melunak seketika saat senyum Boa tertuju pada dirinya seorang. Dan dengan cepat Taemin menyambar tangan Boa yang sudah siap berhighfive ria.



“Ne! Kita partner!”  Beberapa detik kemudian, pipi Taemin yang mulus itu mendapatkan kecupan yang singkat dari bibir manis sang primadona. Shock dan terkejut tentu saja. Ia masih duduk bersila dengan sebelah tangan mengelus pipinya yang beruntung itu. Ergh, apa ini mimpi? “Ayo kita latihan!”



Boa sudah menyalakan lagu berjudul when I grow up yang siap mengiringi tarian-tarian lincah miliknya dan partnernya itu. Dan Taemin segera berdiri dan bersiap diposisinya, tentu dengan rasa bahagia yang menjalar di seluruh anggota tubuhnya.



Seperti lagu yang sedang diputar, Taemin sudah beranjak dewasa sekarang. Ia bisa menyatakan cinta dan diterima langsung oleh primadona sekolah. Itu membuktikan bahwa Taemin bukanlah under-age seperti yang digosipkan selama ini, kan?




*

  KYAAAAA DAN GUE BUAT INI SAMBIL TERIAK-TERIAK BROWSSSSSSS GALZZZZZZ abisnya bang taem ganteng banget di vc boa unnie. etdah dewasa, ya ganteng, rambut cepak, frustasi. cocok deh jadi aktor wkwk

blahblah walaupun ga ada yg rikues, ini spesial pake taemin dibakar keju buat nabilah karna dia pemilik sertifikat kepemilikan taemin BUAHAHA aduh bil suamimu ganteng skrg!

dan jangan prowtez kenapa taem sama boa. kenapa boa ga sama hyuk. hyuk sama yeon ya? apa udah balikan sama hae? oh kan taem udah putus sama minho. makanya minho sama fany (apasih)

p.s : buat pembaca, duh satu meniiiiiiit aja mensyen ke gueh sepi nih kasian jomblowati kesepian nulis-nulis sendiri kaya orang gila tapi liat review bisa sampe 30 lebih hiks :" kalian mau ya aku ngejodohin kyu sama sungmin? hm? HM?!! *maksa* *yakaliradakasiankegue* *ngemisdipojokan*  

Postingan populer dari blog ini

UJI KOMPETENSI ARE FINISHED!