Postingan

White Rose [Chapter 1/?]

Seandainya pun kau tiba-tiba tak ada, mawar yg kau selipkan di relung hati, akan bermekaran sepanjang waktuku—Lee Hyera ** Waktu sudah menunjukkan tepat pada pukul delapan malam, begitulah ucap dua jarum jam yang tengah berbunyi kencang menggantung di salah satu sisi ruangan ini. Bergidik ngeri setelah merasa bahwa ini sudah terlalu malam untuk dilalui. Aku hanya harus menunggu lebih lama lagi. Atau entah sampai kapan, mungkin sampai aku tak kuasa menahan dingin uap sungai Han yang tertarik awan hitam dan masuk seenaknya dari lubang jendela. Aku sedang melihatnya, terlelap dalam damai tidurnya. Wajahnya begitu letih, hingga tak sadar sebelah tanganku mendekati alisnya untuk memijatnya perlahan. Ku lihat ia tersenyum tenang, dan mulai beralih ke posisi menyamping, tepat didepan mataku. Ku dekati lagi dirinya, untuk kembali melihat tubuhnya naik turun sesuai dengan ritme nafasnya. Rambutnya turun bebas menutupi sebagian keningnya. Wajahnya natural, dan ialah sosok ya...

White Rose [Sinopsis]

White Rose “ Aku menari diatas pelangi… Mencari kehangatan dan lebih dekat dengan mentari. Sayapku lepas, hatiku patah. Eden tertawa, bunga-bunga tak peduli..” Gadis kecil ini menjumput gaunnya. Ia mengangkatnya pelan agar ia lebih leluasa untuk berlari di taman bunga. Langkah-langkah kecilnya malah membuatnya anggun, meski ia bukanlah seorang penari handal. Sejumput bunga mawar putih dicabutnya perlahan, ia menyukainya, warnanya suci, dan cocok disampirkan di telinganya. Maka ia menaruh bunga itu di sela-sela telinga dan rambutnya. “Neomu yeppeo…” lelaki yang berada tak jauh darinya mengacungkan ibu jarinya. Lantas, gadis kecil itu tertawa riang. Ia bahagia. Ia menemukan nafasnya, nafas yang akan dapat menyerahkan seluruh jiwanya pada siapapun dia, yang baru saja memujinya. “ Thankyou, as always!” ucapnya dengan bahasa asing yang lekat. Ia pintar membaca, menulis, bercerita, dan menjaga kekasih kecilnya. Untuk pelajaran yang khusus ia pelajari sendiri sejak kec...

Boyf--Bestfriend Forever!

Gambar
Cowok yang nyengirnya paling cenghar, itu namanya Fajar. Sahabat aku [mungkin bisa dihitung] dari TK karena kita satu kelas waktu itu. SD, kita gak bareng. Tapi kita tetangga-an. Hingga SMP, kita malah dipertemukan lagi, berakhir dikelas 9nya, kita sekelas. Kalo disebut satu geng juga engga, soalnya aku gak ngegeng loo #sok Fajar itu cowok yang berkepribadian normal, tapi kalo dia masih hidup sih dibilang normal juga enggak hahaha xD otaknya rada-rada! Tapi anak ini, Moodbooster-Boy banget. Beruntung kita punya kesamaan. Dimana terkadang kita suka punya kasus yang sama, suka musik dengan genre yang sama, suka idola korea yang sama, dan suka cowok yang sama (?!) Cowok yang paling deket sama aku, ya dia. Aku numpahin masalah aku ke dia, karena dia juga gitu. Kemarin, setelah ada kontroversial terhadap-mantan-dan-mantan-juga-masih-tentang-mantan, dia yang bisa bikin aku tenang dan oke ghan, hidup lo belom selesai dan dunia gak sekecil yang lo pikir. So, cowok yang lebih bai...

[Super Junior FF] Later

FINISHED YEAAAAAY WOHOOOO~ Mungkin FF ini ga penting, karna Cuma gabungan 13 drabbles yang kubuat selama semalam kemarin. Tadinya konsep ff ini buat 2PM, tapi mereka belom punya wajah ke-bapak-an jadi diganti super junior. Jujur, cinta banget sama bagian leeteuk, antusias banget buat yang kibum, dan ngakak banget bagian siwon bratatahahaha xD tapi yang jelas, aku buat ini khusus untuk ketiga belas member Super Junior. Kamu, yang baca, boleh pilih sesuai bias kamu :] Btw, aku kehilangan banget feel buat bikinin Henry sm Zhoumi ya :o mianhae T-T Let's check it out!!! ** LATER

Your Voice is Ours [2]

Eunhyuk POV Aku menitipkan semua barang-barangku pada Donghae setelah sampai di bandara. Aku memutuskan untuk naik taksi dan pergi menuju rumah sakit. Dua hari ini, aku tak bisa menghubungi Han Neul, bahkan Hee Rin. Aku tak mau ada hal yang buruk terjadi pada mereka. Hal kemarin pun sudah cukup buruk bagiku, bagi Hee Rin. Aku berlari menuju ruang rawat. Info terakhir yang kudapatkan dari Han Neul, Hee Rin sudah melewati masa kritis dan dipindahkan ke kamar 21 lantai 4. Aku mengetuk pintu bertuliskan ‘421’ yang bisa kutebak, inilah ruang rawat Hee Rin beberapa hari ini. Aku mengecek dari kaca kecil dipintu, tak ada seorang pun yang lalu-lalang didalamnya. Aku memutuskan untuk langsung masuk saja, dan. Benar tebakanku. Tak ada satupun orang didalamnya. Aku berlari menuju bagian perawat, menanyakan kemana yeoja manis itu dipindahkan. “Permisi nona, pasien bernama Hee Rin dipindahkan ke ruangan mana?” “Mianhae tuan, nona Hee Rin sudah kelu...

Your Voice is Ours [1]

Ketika aku kehilangan dirimu, Dapatkah aku menggapaimu lagi? Setidaknya, ijinkan aku mendengar suaramu.. ** From : Hee Rin Received a day ago, 9:54 am Oppa! besok kita harus bertemu. Harus harus harus! Aku tahu kau sibuk, tapi ayolah, berikan aku waktu dua jam saja untuk bertemu denganmu. Tidakkah kau rindu dengan yeoja semanis aku? jika tidak bisa, aku takkan mau bertemu dengamu lagi!! Aku kembali membuka pesan yang diberikannya. Kadang kesal juga, gadis yang –tidak- manis itu memang memiliki bakat memaksa. Dan aku tidak pernah dapat membuatnya kalah. Yak, namja macam apa aku ini, kalah dengan yeoja sekejam Hee Rin. Sepertinya benar kata Yesung hyung, anak itu memang titisan voldemort. Ya, aku tahu dia memiliki darah sedikit ke-lelaki-an. Hee Rin belum pernah merasakan kehangatan pelukan seorang ibu karena yeoja –tidak- manis yang satu itu, ditinggal ibunya sejak ia dilahirkan. Hee Rin hanya tinggal dengan satu kakak laki-lakinya. Ayahnya seorang tentara militer yang memb...