White Rose [Chapter 1/?]
Seandainya pun kau tiba-tiba tak ada, mawar yg kau selipkan di relung hati, akan bermekaran sepanjang waktuku—Lee Hyera ** Waktu sudah menunjukkan tepat pada pukul delapan malam, begitulah ucap dua jarum jam yang tengah berbunyi kencang menggantung di salah satu sisi ruangan ini. Bergidik ngeri setelah merasa bahwa ini sudah terlalu malam untuk dilalui. Aku hanya harus menunggu lebih lama lagi. Atau entah sampai kapan, mungkin sampai aku tak kuasa menahan dingin uap sungai Han yang tertarik awan hitam dan masuk seenaknya dari lubang jendela. Aku sedang melihatnya, terlelap dalam damai tidurnya. Wajahnya begitu letih, hingga tak sadar sebelah tanganku mendekati alisnya untuk memijatnya perlahan. Ku lihat ia tersenyum tenang, dan mulai beralih ke posisi menyamping, tepat didepan mataku. Ku dekati lagi dirinya, untuk kembali melihat tubuhnya naik turun sesuai dengan ritme nafasnya. Rambutnya turun bebas menutupi sebagian keningnya. Wajahnya natural, dan ialah sosok ya...