[Speciclet] Shining Star
Dejavu. Itu yang mungkin banyak diumbar-umbar oleh semua teman-temanku ketika mereka merasa sangat nyaman seperti kembali ke masa lalu. Begitu pun aku kini yang tengah merasakan hal yang serupa. Di bukit dekat rumahku, duduk tanpa alas, bertelanjang kaki dan hanya memakai piyama tidur berwarna pink polkadot. Aku pasti terlihat sangat gila sekarang, tengah malam, tersenyum pada langit sembari menekuk lutut. Tapi hanya ini yang dapat membuatku tenang. Aku rindu pada ibu dan ayahku yang sudah pergi beberapa tahun yang lalu. Dulu, mereka sering sekali membawaku ke bukit ini hanya untuk sekedar bermain kejar-kejaran bola. Menjadi anak satu-satunya adalah sebuah keajaiban untukku, dimana perhatian mereka selalu tertuju hanya padaku. Permainan-permainan anak kecil seperti bermain bola, atau hanya menertawkan ayah jika ia tidak memasukkan bola golfnya kedalam lubang. Kami terlihat serasi dan bahagia. Sampai dimana suatu waktu, ketika umurku sudah mulai beranjak dewasa, ayah dan ibu ...